Pendidikan Agama di Sekolah


Banyak negara – negara yang berpendirian bahwa masalah pendidikan agama adalh merupakan tanggung jawab pribadi atau tanggung jawab perseorangan. Oleh karena itu masalah agama banyak diserahkan kepada lembaga-lembaga keagamaan. Di Indonesia, mula-mula pendidikan di Indonesia diserahkan kepada pihak swasta. Pemerintah tidak mencantumkan pendidikan agama itu ke dalam kurikulum dari sekolah-sekolah negeri. Baru setelah tiimbulnya UU No.4 Tahun1950 pasal 20, ditentukan pengaturan pendidikan agama di sekolah-sekolah negeri. Ini berart bahwa negara telah mulai ikut mengambil tanggung jawab mengenai masalah pendidikan agama. Hanya saja , sifat pendidikan agama di sekolah-sekolah negeri itu masih begitu longgar belum merupakan suatu keharusan. Misalnya dalam TAP MPRS No.11/MPRS/1960 pasal 2 ayat 3 disebutkan : dengan pengertian bahwa murid-murid berhak tidak ikut serta apabila wali murid/murid dewasa menyatakan keberatannya . Ini mengandung arti bahwa tiidak ada keharusan bagi murid sekolah negeri untuk mengikuti pendidikan agama. Baru setelah tejadinya peristiwa G30S denga Ketetapan MPRS No XXVII/MPRS/1966 bab1 pasal1 ditetapkan bahwa pendidikan agama ditetapkan sbagai mata pelajaran di sekolah mulai dari Sekolah Dasar sampai dengan Universitas negeri . Dengan demikian menjadi suatu keharusan bagi murid untuk mengikuti pelajaran agama. Dan dengan demikaina pemerintah telah spenuhnya mengambil alih tanggung jawab tentang pendidikan agama tanpa mengurangi peranan dari pihak swasta. Beragama adalah merupakan syarat mutlak bagi bangsa Indonesia untuk menjadi manusia Pancasila. Menyinggung masalah pelaksaan pendidikan agama di sekolah maka hendaknya pendidikan pada anak di sekolah dasar ditekankan pada pembiasaan dan untuk anak-anak pada sekolah menengah pendidikan agamaditekankan pada penambahan kesadaran serta mempertebal keyakina anak atas kebenaran ajaran agamanya. Sedangkan untuk mahasiswa pendidikan agama harus diberikan secara ilmiah rasional dengan memberikan argumentasi-argumentasi yang bias diterima oleh akal dan dengan menunjukkan bukti serta contoh-contoh dari kehidupan nyata.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: