Keluarga Pendidik Utama dan Pertama


Anak lahir dalam pemeliharaan orang tuanya dan dibesarkan di dalam keluarga. Orang tua tanpa ada yang memerintah langsung memikul tugas sebagai pendidik, baik bersifat sebagai pemelihara, sebagai pengasuh, sebagai pembimbing, senagai pembina maupun senagai guru dan pemimpin terhadap anak-anaknya. Ini adalah tugas kodrati dari tiap-tiap manusia.
Anak mengisap norma-norma pada anggota keluarga baik ayah maupun ibu maupun kakak-kakaknya. Maka orang tua di dalam keluarga harus dan merupakan kewajiban kodrati untuk memperhatikan anak-anaknya serta mendidiknya, sejak anak-anak itu kecil bahkan sejak anak itu masih dalam kandungan. Jadi tugas orang tua mendidik  anak-anaknya itu terlepas sama skali dari kedudukan , keahlian, atau pengalaman dalam pendidikan yang legal. Bahkan menurut Imam Ghazali “ Anak adalah suatu amanat Tuhan kepada Bapak Ibunya.”
Anak adalah anggota keluarga dimana orang tua adalah pemimpin keluatga , sebagai penanggung jawab atas keselamatan keluarganya di dunia bahkan di akhirat. Maka orang tu wajib mendidik anaknya Anak mengisap norma-norma pada anggota keluarga baik ayah, ibu maupun kakak-kakaknya. Suasana keagamaan dalam keluarga akan berakibat anak tersebut berjiwa agama. Kebiasaan orang tua dan kakak-kakaknya berbuat susila akan membentuk kepribadian yang susila pula pada anak  Pembentukan kebiasaan yang demikian ini menunjukkan bahwa le;uarga berperan penting , karena kebiasaan dari kecil ini akan dierbuatnya di masa dewasa tanpa rasa berat. Peniruan secara sadar ataupun lebih-lebih lagi secara tidak sadar oleh anak terhadap kebiasaan keluarga akan terjadi setiap saat. Lebih dari itu tedapat juga pertalian emosional anatara anak . orang tua dan kakaknya . Si anak mengidentifikasikan dirinya pada orang tua dan kakak-kakaknya, yakni turut berduka cita jika orang tuanya berduka cita dan akan merasa bahagia jika orang tuanya bahagia. Begitulah keadaan saling pengaruh mempengaruhi antara anak dan orang tuanya dan kakak-kakaknya sampai jepada keadaan emosional.
Jelaslah bahwa keluarga itu merupakan ajang pertama dimana sifat-sifat kepribadian anak tumbuh dan terbentuk. Seseorang akan menjadi warga masyarakat yang baik sangat tergantung pada sifat-sifat yang tumbuh dalam keluarga dimana anak di besarkan. Kelak, kebidupan anak tersebut juga mempengaruhi masyarakat sekitarnya sehingga pendidikan keluarga itu merupakan dasar terpenting untuk kehidupan anak sebelum masuk sekolah dan terjun ke dalam masyarakat. Anak yang masih fitroh masih menerima segala pengaruh dan cenderung kepada setiap hal yang tertuju kepadanya. Maka tidaklah heran anak yang lahir dalam keluarga Islam akan cenderung memeluk agama Islam. Anak yang lahir dalam keluarga Kristen akan cenderung memeluk agama Kristen. Hal itu disebabkan didikan orang tua terhadap anaknya sesuai dengan agama yang dipeluknya. Anak yanglahir dalam keluarga yang selalu  membiasakan berbuat baik biasanya menghasilkan pribadi yang baik. Begitu juga sebaliknya anak yang lahir dalam keluarga yang selalu membiasakan berbuat yang tercela maka biasanya akan menghasilkan pribadi yang tercela. Diantra anggota keluarga , pengaruh Ibulah yang paling menonjol karena sejak anak itu lahir sampai menginjak dewasam anak dalam kehidupan sehari-hari lebih dekat dengan ibu dibandingkan dengan sang ayah atau anggota keluarga lainnya. Jadi, peranan Ibu nampak lebih berfungsi dalam pendidikan anaknya.Bahkan pengaruh Ibu pada anak dimulai semenjak anak masih dalam kandungan. Jika si Ibu sebelum anak itu lahir kekurangan akanan atau vitamin maka hal ini akan kelihatan pada bentuk badan anak sesudah lahir, demikian pula pengaruh pada anak waktu masih disusui oleh Ibunya . Apabila saat menyusui Ibu dalam keadaan sedih atau tertekan maka anaknya juga akan merasa tak tenang (tertekan).
Sesudah itu baru kemudian ayahnya . Hal ini sudah jelas karena ayahlah yang paling mempengaruhi sesudah Ibu. Kdang-kadang keadaan fisik sang ayah sering menurun kepada anaknya Jadi sering ada ungkapan kalau ingin anaknya kuat carilah seorang suami yang sehat dan kuat. Jadi kecerdasan , kemalasan dan kebebasan seorang anak itu bukan hal-hal yang kebetulan tapi bertalian erat dengan kesatuan fisik yang diwarisinya dari leluhurnya.

Sumber : Pendidikan Sekolah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: