HASIL PENELITIAN TENTANG KEMAMPUAN GURU DALAM MELAKUKAN EVALUASI



Menurut Prof Drs.Anas Sudijono dalam bukunya Pengantar Evaluasi Pendidikan agar evaluasi dapat dilaksanakan tepat pada waktu yannyag diharapkan danhasilnya dapat tepat guna dan tepat arah , maka ada langkah-langkahyang harus diikuti antara  lain :

  1. Menyusun rencana evaluasihasil belajar
  2. Menghimpun data
  3. Melakukan verifikasi data
  4. Mengolah dan menganalisis data
  5. Memberikan interpretasi danmenarik kesimpulan
  6. Tindaklanjut evaluasi\

Untuk mengetahui kemampuan guru dalam melakukan evaluasi maka dilakukan beberapa penelitian diantaranya oleh Hanifah Lubis yang di dalam skripsinya yang berjudul “Studi Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Melakukan Evaluasi Pembelajaran Di SMA Negeri 88 Jakarta” .Adapun  hasil  yang  diperoleh  mengenai  kompetensi  guru  pendidikan agama  Islam  di  SMAN  88  dalam  pelaksanaan  evaluasi  pembelajaran  adalah sebagai berikut :

Hasil Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam dalam melakukan evaluasi pembelajaran :

Rentang skor Kriteria Jumlah
40-69 Rendah -
70-99 Kurang Tinggi 1
100-129 Sedang 2
130-160 Tinggi -

Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa kompetensi guru Pendidikan Agama Islam dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran di SMAN 88 dimulai dari merencanakan, menyusun  soal, menganalisis  dan mengolah  hasil  evaluasi  serta menginterpretasi dan menindaklanjuti pada umumnya adalah îSedangî dan hanya 1 orang guru yang berada pada kriteria  îKurang  tinggiî, hal  ini dapat diperkuat dari hasil wawancara kepala SMAN 88 yang mengatakan bahwa guru di SMAN 88  telah  memenuhi  kriteria  kompetensi  keguruan  akan  tetapi  masih  harus ditingkatkan lagi agar lebih maksimal dan juga hasil wawancara guru Pendidikan Agama  Islam  SMAN  88  yang  sudah  memahami  teknik  dan  prosedur  evaluasi dengan  cukup  baik,  akan  tetapi  pada  pelaksanaannya  kurang  diterapkan  secara optimal.  Jika  dilihat  dari  identitas  responden,  guru  yang  memiliki  kompetensi yangSedang  ternyata  adalah  guru  yang  berasal  dari  fakultas  Tarbiyah  ,  jurusan Pendidikan Agama  Islam,  strata  1    serta memiliki masa  tugas  dan  pengalaman yag cukup lama.

Jika dalam skripsi milik Hanifah Lubis tentang kompetensi guru Pendidikan Agama Islam SMA Negeri 88 Jakarta dalam melakukan evaluasi pembelajaran disimpulkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam mempunyai kompetensi yang cukup atau sedang dalam melakukan evaluasi maka hasil penelitian serupa pada guru bahasa inggris SMP  yang dilakukan di Kota Bau-bau yang ditulis oleh Isnawati Abas menunjukkan hasil yang berbeda. Dari penelitian yang dia lakukan  dapat disimpulkan bahwa tingkat pemahaman guru tentang penilaian kelas mata pelajaran Bahasa Inggris di Kota Bau-Bau berada dalam kategori “baik”. Sedangkan kemampuan guru dalam mendesain penilaian mata pelajaran Bahasa Inggris berada dalam kategori “rendah”. Hal ini dapat dilihat melalui hasil wawancara dan angket ketersediaan dokumen penilaian bahwa masih ada guru yang tidak mampu mendesain instrumen penilaian speaking dan writing dengan tepat, dan ada beberapa guru mendesain instrumen penilaian yang tidak sesuai dengan ketrampilan berbahasa yang dinilai.

Dua penelitian di atas meneliti tentang kemampuan guru secara menyeluruh dalam melakukan evaluasi. Penelitian yang lebih spesifik dan berbeda dilakukan oleh Arif Purnomo dalam penelitiannya yang berjudul “Kemampuan Guru Dalam Merancang Tes Berbentuk Pilihan Ganda Pada Mata Pelajaran IPS Untuk Ujian Akhir Sekolah (UAS)” dapat disimpulkan bahwa berdasarkan analisi perangkat tes IPS yang diujikan pada UAS di tiga Sekolah Dasar di Kecamatan Gajah Mungkur,Semmarang ternyata sebagian besarnya tidak dapat dipaki karena tidak memenuhi persyaratan validitas, reliabilitas , tingkat kesukaran soal dan daya beda soal.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Gito Supriadi yang berjudul “Kemampuan Guru Dalam Mengevaluasi Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam di Madrasah Tsanawiyah se-Kota Palangka Rayai” menunjukkan bahwa: (1) pengetahuan guru PAI tentang tes, pengukuran, dan evaluasi termasuk kategori sedang; (2) pengetahuan guru PAI tentang perencanaan tes termasuk kategori tinggi; (3) pengetahuan guru PAI tentang penulisan soal termasuk kategori sedang; (4) pengetahuan guru PAI tentang analisis butir soal termasuk kategori sedang; (5) pengetahuan guru PAI tentang penyekoran termasuk kategori sedang; dan (6) pengetahuan guru tentang pelaporan dan pemanfaatan hasil tes termasuk kategori sedang. Kemampuan guru dalam melaksanakan evaluasi hasil belar menunjukkan bahwa: (1) kemampuan guru PAI dalam membuat kisi-kisi soal belum terungkap; (2) penulisan soal yang dilakukan guru PAI termasuk kategori tinggi; (3) pelaksanaan tes yang dilakukan guru PAI termasuk kategori tinggi; (4)tingkat kesukaran soal yang dibuat guru PAI termasuk kategori sedang; (5) kemampuan guru PAI dalam melakukan analisis butir soal belum terungkap; (6) pemeriksaan dan penyekoran hasil tes yang dilakukan guru PAI termasuk guru kategori tinggi; dan (7) pemanfaatan hasil evaluasi oleh guru PAI termasuk kategori sedang.

Berdasarkan penelitian-penelitian di atas diketahu bahwa kemampuan guru dalam melakukan evaluasi dinilai kurang sehingga ada beberapa peneliti yang meneliti mengenai upaya peningkatan kemampuanguru dalam melakukan evaluasi.Salah satunya adalah penelitian yang dilakukan oleh Sutarman yang bejudul “Upaya Meningkatkan Kemampuan Guru Dalam Mengembangkan Instrumen Penilaian Kelas Melalui Supervisi Klinis Mata Pelajaran IPA Di SMA Kota Surakarta” menunjukkan semua guru IPA SMP Surakarta dalam menyusun instrumen penilaian kurang sesuai dengan indikator yang ada pada RPP yang disusun oleh guru tersebut. Namun, setelah diadakan pelatihan dandilaksanakan supervisi klinis pada siklus 1 para guru dalam menyusun instrumen penilaian kelas sesuai dengan indikatornya dan dibuat kisi-kisinya. Pada siklus II menunjukkan kompetensi guru dalammenyusun instrumen penilaian,kinerja guru dan skor supervisi klinis para guru meningkat secara signifikan dari siklus I. Untuk guru Fisika meningkat 12,60  yaitu dari 65,7  menjadi 74. Sedangkan guru meningkat 12,06 yaitu 66,3 menjadi 74,3.

Daftar Pustaka

Abas,Isnawati.2011. Studi Kemampuan Guru Dalam Mendesain Penilaian Pembelajaran Bahasa Inggris SMP Di Kota Bau-bau. http://lpmpsultra.net. (12 Desember 2011)

Lubis, Hanifah. 2008. Studi Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Melakukan Evaluasi Pembelajaran Di SMA Negeri 88 Jakarta.http://idb4.wikispaces.com. (12 Desember 2011)

Purnomo, Arif. 2007. Kemampuan Guru Dalam Merancang Tes Berbentuk Pilihan Ganda Pada Mata Pelajaran IPS Untuk Ujian Akhir Sekolah (UAS). http://journal.unnes.ac.id/index.php/LIK/article/download/520/477.( 14 Desember 2011)

Supriyadi, Gito. 2011. Kemampuan Guru Dalam Mengevaluasi Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam di Madrasah Tsanawiyah se-Kota Palangka Raya. http:// stainpalangkaraya.ac.id/digitalb/gdl.php.html.(12 Desember 2011)

Sutarman.Upaya Meningkatkan Kemampuan Guru DalamMengembangkan Instrumen Penilaian Kelas Melalui Supervisi Klinis Mata Pelajaran IPA Di SMP Kota Surakarta.http://isjd.pdii.lipi.go.id. (12 Desember 2011)

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: